Proyek Jalan Beton Karangawen Demak Disorot, Diduga Tak Sesuai RAB
- account_circle admin
- calendar_month Sel, 23 Des 2025
- visibility 170
- comment 0 komentar

Warga berharap pemerintah daerah, dinas terkait, serta aparat penegak hukum (APH) turun tangan untuk melakukan audit terhadap proyek tersebut

Warga berharap pemerintah daerah, dinas terkait, serta aparat penegak hukum (APH) turun tangan untuk melakukan audit terhadap proyek tersebut
PERWIRANEWS.COM, DEMAK – Pelaksanaan proyek pembangunan jalan beton di Dukuh Karangawen RW 12, Desa Karangawen, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menjadi sorotan masyarakat. Proyek yang didanai APBD Kabupaten Demak Tahun 2025 melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) itu diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Proyek peningkatan jalan desa tersebut dikerjakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Karangawen dengan nilai kontrak sebesar Rp200 juta dan masa pengerjaan 90 hari. Pembangunan jalan cor beton ini diharapkan mampu meningkatkan akses transportasi serta mendukung perekonomian warga setempat.
Namun dalam pelaksanaannya, warga dan sejumlah pihak menilai pekerjaan proyek terkesan asal jadi. Dugaan tersebut muncul karena kualitas pekerjaan dinilai tidak sebanding dengan anggaran yang telah dialokasikan pemerintah daerah.
Dugaan Penyimpangan Spesifikasi
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek pembangunan jalan beton di Dukuh Karangawen RW 12 memiliki spesifikasi teknis dengan volume ketebalan 0,2 meter, lebar 4 meter, dan panjang 139 meter. Dana pembangunan bersumber dari APBD Kabupaten Demak Tahun 2025 melalui skema Bantuan Keuangan Khusus.
Namun dari hasil investigasi langsung di lapangan, proyek tersebut diduga tidak dilaksanakan sesuai RAB. Di lokasi pekerjaan tidak ditemukan penggunaan agregat sebagaimana mestinya serta tidak terlihat adanya mesin molen untuk pencampuran beton.
“Kami menduga proyek pembangunan jalan ini tidak sesuai spesifikasi dalam RAB. Pekerjaan terlihat menggunakan alat manual, campuran semen tidak cukup, dan ketebalan beton diduga tidak sesuai,” ujar seorang warga kepada awak media.
Warga juga menyoroti material penimbun yang seharusnya menggunakan batu split, namun di lapangan justru terlihat penggunaan pasir lepas yang dinilai asal-asalan. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada ketahanan jalan dalam jangka panjang.
Kekhawatiran Dampak Kerugian Negara
Masyarakat menilai pembangunan infrastruktur yang menggunakan uang negara seharusnya mengutamakan mutu dan kualitas pekerjaan. Jika spesifikasi tidak dipenuhi, dampaknya bukan hanya merugikan warga, tetapi juga berpotensi merugikan keuangan negara.
Warga khawatir apabila tidak ada penindakan, kondisi serupa akan terus terulang. Jalan yang baru dibangun dikhawatirkan cepat rusak sehingga pemerintah kembali harus mengalokasikan anggaran untuk perbaikan.
“Kalau tidak ada penindakan, nanti akan seperti ini lagi. Jalan belum lama dibangun sudah rusak dan pemerintah harus mengeluarkan dana lagi. Ini jelas merugikan negara,” ujar warga lainnya.
Sejumlah warga mengaku tidak memahami teknis konstruksi secara detail. Namun secara kasat mata, mereka menilai mutu pekerjaan jalan tersebut kurang baik, baik dari sisi ketebalan maupun kualitas adukan semen.
Harapan Audit dan Pengawasan
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa lemahnya pengawasan pembangunan di Desa Karangawen menjadi persoalan yang berulang. Menurutnya, banyak proyek yang baru selesai dikerjakan namun tidak bertahan lama.
“Kami orang awam tidak paham teknis konstruksi, tapi terlihat jelas pekerjaan ini tidak sesuai. Ketebalan dan mutu semen tipis, adukannya terlalu encer, dan materialnya diduga kurang,” ungkap warga tersebut, Sabtu (20/12/2025).
Warga berharap pemerintah daerah, dinas terkait, serta aparat penegak hukum (APH) turun tangan untuk melakukan audit terhadap proyek tersebut. Mereka meminta agar dugaan penyimpangan tidak dibiarkan dan dapat ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Karangawen. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media belum membuahkan hasil karena nomor telepon pihak terkait tidak dapat dihubungi.
- Penulis: admin


























Saat ini belum ada komentar