Breaking News
light_mode
Trending Tags

Audiensi Tertutup, Wartawan Dilarang Meliput : Sikap Sekda Purbalingga Tinggalkan Forum Tuai Kekecewaan, Audensi Berakhir Deadlock

  • account_circle admin
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 56
  • comment 0 komentar

PURBALINGGA || PERWIRANEWS.COM – Audiensi antara Forum Lintas Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan Purbalingga (FLKP) dengan Pemerintah Kabupaten Purbalingga yang digelar di Ruang Rapat Kantor Bupati Kabupaten Purbalingga, Rabu, 13 Mei 2026, berakhir tanpa titik temu.

Audensi yang sedianya diharapkan menjadi ruang dialog substantif mengenai persoalan penjaringan dan penyaringan perangkat desa Tahun 2026, justru meninggalkan tanda tanya besar terkait efektivitas komunikasi pemerintah daerah dengan elemen masyarakat sipil.

Audiensi tersebut digelar sebagai forum penyampaian aspirasi dan keberatan atas dugaan persoalan hukum dalam pelaksanaan penjaringan dan penyaringan perangkat desa di Kabupaten Purbalingga.

FLKP menilai terdapat sejumlah kebijakan dan mekanisme yang perlu memperoleh penjelasan serta evaluasi serius dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga demi menjamin kepastian hukum, akuntabilitas, dan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Bupati Purbalingga, H. Fahmi Muhammad Hanif, diketahui tidak dapat menghadiri audiensi tersebut. Pemerintah Kabupaten Purbalingga kemudian diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Purbalingga, didampingi sejumlah pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala bidang, serta instansi teknis yang berkaitan dengan substansi pembahasan.

Namun demikian, pelaksanaan audiensi sejak awal telah memunculkan perhatian publik. Awak media yang hendak melakukan peliputan tidak diperkenankan mengikuti jalannya forum, dengan alasan adanya kesepakatan bahwa audiensi dilaksanakan tanpa melibatkan media.

Keputusan tersebut menimbulkan sorotan tersendiri. Pasalnya, forum yang membahas dugaan persoalan kebijakan publik dan tata kelola pemerintahan justru berlangsung secara tertutup dari akses peliputan.

FLKP Sampaikan Analisis Hukum dan Dugaan Persoalan Regulatif

Dalam audiensi tersebut, FLKP yang di dampingi oleh Kuasa Hukum, yaitu “Kantor Hukum Endang dan Rekan”,  menyampaikan dokumen analisis hukum terkait pelaksanaan penjaringan dan penyaringan perangkat desa Tahun 2026 di Kabupaten Purbalingga. Dokumen tersebut memuat sejumlah catatan kritis yang menurut FLKP perlu mendapat perhatian serius Pemerintah Daerah.

Beberapa substansi yang dipersoalkan antara lain :

  1. menyangkut dasar hukum mekanisme pengangkatan perangkat desa,
  2. kewenangan pemberian rekomendasi dan persetujuan,
  3. Penggunaan surat edaran sebagai instrumen kebijakan,
  4. Dugaan ketidakkonsistenan pelaksanaan aturan pada penjaringan dan penyaringan perangkat desa di Kabupaten Purbalingga.

FLKP berpandangan bahwa pelaksanaan kebijakan yang tidak sepenuhnya selaras dengan kerangka regulasi berpotensi menimbulkan persoalan administratif maupun hukum di kemudian hari.

Oleh karena itu, forum meminta Pemerintah Kabupaten Purbalingga melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap proses yang telah berjalan.

Pada fase awal, audiensi berlangsung dalam suasana kondusif. Dialog berjalan cukup terbuka dengan penyampaian argumentasi, catatan hukum, dan keberatan dari unsur organisasi masyarakat yang hadir.

Momentum Forum Berubah Ketika Sekda Tinggalkan Ruangan

Situasi audiensi mulai berubah ketika di tengah jalannya pembahasan, Sekretaris Daerah Kabupaten Purbalingga meninggalkan ruang rapat, dengan alasan adanya tamu dan urusan mendadak.

Peristiwa tersebut menjadi titik krusial yang memengaruhi dinamika forum. Sebagian peserta menilai absennya pimpinan perwakilan pemerintah pada saat substansi pembahasan sedang berlangsung menyebabkan audiensi kehilangan efektivitas dan arah penyelesaian.

Salah satu peserta dari unsur Lembaga Investigasi Negara (LIN), Saridi, menyatakan keberatannya atas kondisi tersebut dan memilih meninggalkan ruang audiensi (walk out) sebagai bentuk sikap terhadap jalannya forum.

Tidak lama setelah itu, suasana pembahasan disebut mengalami kebuntuan (deadlock). Audiensi yang semula diharapkan menjadi ruang penyelesaian melalui dialog dinilai tidak lagi berjalan optimal karena substansi persoalan belum memperoleh respons yang dianggap memadai oleh peserta forum.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Purbalingga memberikan klarifikasi melalui pesan singkat WhatsApp.

“Betul mas, saya tinggal sebentar ada tamu. Tapi setelah kembali lagi ke ruangan, para audiens sudah tidak ada di ruangan,” tulisnya.

Meski terdapat penjelasan dari pihak pemerintah daerah, situasi yang terjadi tetap meninggalkan kesan kurang ideal di mata peserta audiensi.

Ketua FLKP: “Kami Datang Membawa Aspirasi Serius”

Ketua FLKP, Icus Susilo, secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap jalannya audiensi.

“Kami datang membawa aspirasi serius, membawa kajian dan persoalan yang menurut kami menyangkut kepentingan publik serta kepastian hukum. Ketika forum sedang berlangsung lalu ditinggalkan sebelum selesai, tentu muncul kekecewaan. Kami berharap pemerintah daerah memandang audiensi seperti ini sebagai ruang dialog yang penting, bukan sekadar formalitas,” tegasnya.

FLKP menilai audiensi antara masyarakat sipil dan pemerintah seharusnya menjadi forum substantif untuk mencari solusi, terlebih ketika yang dibahas berkaitan dengan dugaan persoalan kebijakan publik yang berdampak luas.

Pertanyaan tentang Transparansi dan Komitmen Dialog

Selain substansi materi audiensi, pelaksanaan forum yang tertutup dari media juga menjadi sorotan. Tidak sedikit pihak mempertanyakan mengapa audiensi yang membahas dugaan persoalan kebijakan pemerintahan tidak dibuka untuk peliputan jurnalistik.

Bagi sebagian peserta, keterbukaan forum justru diperlukan untuk memastikan akuntabilitas serta membangun kepercayaan publik terhadap proses dialog antara pemerintah dan masyarakat.

Pada akhirnya, seluruh unsur FLKP memutuskan mengakhiri audiensi dengan menyampaikan kekecewaan terhadap jalannya forum. Mereka menilai audiensi belum menghasilkan jawaban substantif atas persoalan yang disampaikan.

Adapun unsur organisasi yang hadir dalam audiensi tersebut terdiri dari para ketua maupun pengurus inti organisasi masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kabupaten Purbalingga, yakni:
SANGGA LANGIT – Icus Susilo
HARIMAU – Eko Novianto
LINDU AJI – Imam Yahdi
GARDA ANAK BANGSA – Galih Prastomo
GRIB JAYA – Tegar
PSHT – Markus Puji
LIN – Saridi

FLKP menyatakan akan melakukan langkah lanjutan terhadap hasil audiensi tersebut, termasuk melalui jalur advokasi dan mekanisme kelembagaan lainnya, guna memastikan adanya kejelasan serta pertanggungjawaban terhadap berbagai persoalan yang mereka angkat.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Purbalingga Ringkus Pelaku Begal Sepeda Motor Yang Viral di Media Sosial

    Polres Purbalingga Ringkus Pelaku Begal Sepeda Motor Yang Viral di Media Sosial

    • calendar_month Rab, 23 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 592
    • 0Komentar

    PURBALINGGA || PERWIRANEWS.COM – Polres Purbalingga berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang videonya sempat viral di media sosial. Dalam video yang beredar ada anak-anak yang menangis akibat sepeda motornya diambil paksa oleh seseorang. Kapolres Purbalingga AKBP Achmad Akbar dalam konferensi pers mengatakan Polres Purbalingga berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan yang terjadi pada […]

  • H. Maksum juga disebut kerap meninggalkan tugas kedinasan untuk menemui seorang perempuan di Desa Gara Tengah

    Dugaan Pelanggaran Etik Kepala SDN di Cirebon Disorot

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 142
    • 0Komentar

    PERWIRANEWS.COM, CIREBON – Dunia pendidikan di Kabupaten Cirebon diwarnai isu dugaan pelanggaran etika yang menyeret Kepala SDN 2 Dompyong Wetan, H. Maksum. Dugaan perselingkuhan yang disebut terjadi saat hari kerja, bahkan pada bulan Ramadan, memicu reaksi masyarakat dan menjadi perhatian publik, Rabu (26/2/2026). Informasi yang beredar menyebutkan, dugaan hubungan tersebut dilakukan pada jam dinas. Selain […]

  • Kostrad Rayakan HUT ke-64 dengan Semangat Prima Mengawal Indonesia Maju

    Kostrad Rayakan HUT ke-64 dengan Semangat Prima Mengawal Indonesia Maju

    • calendar_month Sen, 31 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 278
    • 0Komentar

    JAKARTA || PERWIRANEWS.COM – Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke – 64 pada 6 Maret 2025. Mengusung tema “Kostrad yang Prima mengawal Indonesia Maju”, yang berarti menegaskan komitmen Kostrad sebagai prajurit profesional dalam menjaga kedaulatan negara dan mendukung pembangunan nasional. Adapun pembentukan Kostrad secara resmi ditetapkan pada tanggal 6 […]

  • Dua Nyawa Melayang dalam Kecelakaan Maut di Depan SPBU Kedungmenjangan Purbalingga

    Dua Nyawa Melayang dalam Kecelakaan Maut di Depan SPBU Kedungmenjangan Purbalingga

    • calendar_month Ming, 30 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 262
    • 0Komentar

    PURBALINGGA || PERWIRANEWS.COM – Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Raya Letjen. S. Parman, Kelurahan Kedungmenjangan, Kabupaten Purbalingga, pada Minggu (2/3/2025) pagi. Sebuah sepeda motor menabrak bus di depan SPBU Kedungmenjangan, mengakibatkan dua orang tewas di tempat. Korban dalam insiden ini adalah Riswan (43), warga Desa Tambak Sari Kidul, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, dan Riki F […]

  • Kita jaga Gunung Slamet jangan sampai menjadi Tapanuli ke-2

    Warga Banyumas Khawatir Aktivitas Tambang di Lereng Slamet Picu Bencana

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 140
    • 0Komentar

    PERWIRANEWS.COM, BANYUMAS – Aktivitas penambangan pasir dan batu di sejumlah titik lereng Gunung Slamet memicu kekhawatiran serius warga Banyumas. Mereka menilai eksploitasi yang terjadi di Limpakuwus, Baturaden, hingga Gandatapa berpotensi mengancam keselamatan akibat meningkatnya risiko banjir dan tanah longsor, terutama saat musim hujan. Kekhawatiran ini mencuat kembali setelah berbagai kerusakan infrastruktur mulai terlihat dalam beberapa […]

  • Identitas Terungkap, Mayat Pria di Bendungan Tideng Ternyata Warga Serayu Larangan

    Identitas Terungkap, Mayat Pria di Bendungan Tideng Ternyata Warga Serayu Larangan

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 167
    • 0Komentar

    PERWIRANEWS.COM, PURBALINGGA – Penemuan sesosok mayat pria warga di Bendungan Sungai Tideng, Desa Kradenan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Senin (24/11/2025) sekitar pukul 06.30 WIB. Penemuan ini menghebohkan warga setempat sebelum kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut. Menurut informasi, mayat tersebut pertama kali terlihat oleh seorang warga yang melintas di dekat bendungan. Saksi […]

expand_less