Breaking News
light_mode
Trending Tags

Warga Banyumas Khawatir Aktivitas Tambang di Lereng Slamet Picu Bencana

  • account_circle Handy (Pimred)
  • calendar_month Sen, 1 Des 2025
  • comment 0 komentar

PERWIRANEWS.COM, BANYUMAS – Aktivitas penambangan pasir dan batu di sejumlah titik lereng Gunung Slamet memicu kekhawatiran serius warga Banyumas. Mereka menilai eksploitasi yang terjadi di Limpakuwus, Baturaden, hingga Gandatapa berpotensi mengancam keselamatan akibat meningkatnya risiko banjir dan tanah longsor, terutama saat musim hujan. Kekhawatiran ini mencuat kembali setelah berbagai kerusakan infrastruktur mulai terlihat dalam beberapa bulan terakhir.

Di lapangan, truk-truk bermuatan berat hilir mudik membawa material tambang dari lokasi galian. Warga menyebut kondisi jalan dan jembatan di wilayah tersebut mulai mengalami kerusakan, yang dikhawatirkan menjadi tanda awal dari dampak lingkungan yang lebih besar. Selain itu, penambangan dinilai mengganggu daya dukung kawasan hulu yang sebelumnya berfungsi sebagai daerah resapan air.

Penggundulan hutan dan penggalian tanah dalam jumlah besar menurut warga akan membuat air hujan langsung mengalir deras ke daerah bawah. Kondisi tersebut diyakini dapat membawa lumpur dan bebatuan ke permukiman, terutama di wilayah rawan banjir bandang dan longsor. Kekhawatiran ini muncul mengingat sejumlah bencana serupa pernah terjadi di wilayah lain akibat kerusakan lingkungan.

Protes Warga dan Dugaan Lemahnya Pengawasan

Penolakan terhadap aktivitas tambang semakin menguat karena masyarakat menilai pengawasan pemerintah daerah belum optimal. Salah satu contoh yang paling disorot adalah kejadian di Tajur, Pancurendang, Ajibarang, di mana tambang ilegal terus beroperasi meski telah dipasang papan larangan. Sayangnya, aktivitas tersebut berakhir tragis dengan tewasnya delapan pekerja akibat longsor.

“Kita jaga Gunung Slamet jangan sampai menjadi Tapanuli ke-2,” seru salah satu warga, mengingatkan pada tragedi longsor besar yang menelan banyak korban.

Masyarakat mempertanyakan keseriusan aparat dalam menindak aktivitas tambang yang diduga tidak berizin. Mereka menilai lemahnya penegakan aturan hanya memperbesar peluang terjadinya bencana di kemudian hari.

Ketegangan Antarwarga dan Faktor Kepentingan

Kondisi di lapangan juga menunjukkan adanya ketegangan horizontal. Di beberapa desa muncul dua kubu warga: satu kelompok menolak keberadaan tambang karena mengancam lingkungan, sementara kelompok lain diduga mendukung demi alasan ekonomi. Perbedaan pandangan ini menyebabkan proses penolakan semakin kompleks.

Warga setempat menduga ada kepentingan pemodal besar yang turut mempengaruhi kebijakan perizinan tambang. Mereka menilai proses perizinan yang mudah memunculkan kecurigaan adanya intervensi hingga tingkat provinsi, sehingga suara penolakan masyarakat kerap tidak diperhitungkan secara maksimal.

Kekhawatiran Baru soal PLTPB Gunung Slamet

Di luar persoalan tambang, warga juga menyoroti rencana pengoperasian kembali Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) di Gunung Slamet. Meski sempat dihentikan, kabar dibukanya kembali operasi proyek tersebut menimbulkan kegelisahan baru.

Warga menemukan bahwa pohon-pohon yang ditanam di area bekas pengeboran bukanlah pohon hutan asli, melainkan pohon produksi. Kondisi ini dinilai tidak cukup kuat dalam menjaga konservasi kawasan hulu yang sangat penting bagi keseimbangan ekosistem Gunung Slamet.

Tuntutan Warga untuk Pemerintah

Masyarakat mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas dan cepat guna melindungi lereng Gunung Slamet yang menjadi penyangga kehidupan jutaan warga. Mereka menilai tekanan terhadap ekosistem Gunung Slamet sudah berada pada titik kritis.

Warga berharap pengawasan diperketat, aktivitas tambang ilegal dihentikan, dan proses perizinan dievaluasi menyeluruh sebelum kerusakan lingkungan memicu bencana besar yang berpotensi menelan korban jiwa. Pemerintah daerah belum memberikan perkembangan terbaru terkait penanganan isu tambang dan pengawasan di kawasan hulu Gunung Slamet.

  • Penulis: Handy (Pimred)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menyikapi Lonjakan Arus Balik, Himbauan Polda Jateng : Atur Waktu Perjalanan dengan Baik

    Menyikapi Lonjakan Arus Balik, Himbauan Polda Jateng : Atur Waktu Perjalanan dengan Baik

    • calendar_month Sab, 5 Apr 2025
    • account_circle Handy (Pimred)
    • visibility 349
    • 0Komentar

    SEMARANG || PERWIRANEWS.COM – Menjelang puncak arus balik Lebaran 2025, Polda Jateng mengimbau para pemudik untuk lebih waspada dan mempersiapkan perjalanan dengan baik. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kepadatan arus lalu lintas di ruas tol Trans Jawa cenderung meningkat, terutama di titik-titik menjelang rest area. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, mengingatkan masyarakat untuk […]

  • Kerusakan Dini Proyek Jalan Asem Bagus di Lampung Selatan Disorot Warga

    Kerusakan Dini Proyek Jalan Asem Bagus di Lampung Selatan Disorot Warga

    • calendar_month Ming, 23 Nov 2025
    • account_circle Handy (Pimred)
    • visibility 146
    • 0Komentar

    PERWIRANEWS.COM, LAMPUNG SELATAN – Proyek peningkatan Jalan Asem Bagus di Desa Kaliasin, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan, kembali menjadi sorotan setelah ditemukan kerusakan dini pada sejumlah titik rabat beton. Kerusakan itu memunculkan dugaan kegagalan struktur pada proyek senilai Rp 993 juta yang bersumber dari APBD 2025 tersebut, berdasarkan laporan pada Sabtu (22/11/2025). Proyek yang sebelumnya […]

  • korban meninggal akibat dibunuh oleh pria berinisial S

    Polisi Ungkap Pembunuhan Perempuan 18 Tahun di Cilacap

    • calendar_month Rab, 3 Des 2025
    • account_circle Handy (Pimred)
    • visibility 200
    • 0Komentar

    PERWIRANEWS.COM, CILACAP – Seorang perempuan berinisial PW (18) ditemukan tewas di sebuah hotel di Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, Minggu (30/11/2025) malam. Berdasarkan penyelidikan polisi, korban meninggal akibat dibunuh oleh pria berinisial S (41), yang diduga melakukan penganiayaan usai keduanya bertemu dan berhubungan di kamar hotel nomor 127. Kronologi Hubungan Pelaku dan Korban Menurut Kapolresta Cilacap […]

  • Operasi Zebra Candi 2025, Polres Purbalingga Ajak Pengemudi Bus Pariwisata Tertib Lalu Lintas

    Operasi Zebra Candi 2025, Polres Purbalingga Ajak Pengemudi Bus Pariwisata Tertib Lalu Lintas

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle Handy (Pimred)
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Polres Purbalingga – Polres Purbalingga menggelar sosialisasi tertib berlalu lintas kepada para pengemudi bus pariwisata. Kegiatan dilaksanakan di sejumlah objek wisatabdalam rangka Operasi Zebra Candi 2025, Minggu (23/11/2025). Tiga lokasi wisata yang menjadi sasaran sosialisasi yakni Owabong Waterpark Bojongsari, Sanggaluri Park Kutasari, dan Purbasari Pancuran Mas Padamara. Petugas dari Satuan Lalu Lintas Polres Purbalingga memberikan […]

  • Diduga Ada Kecurangan Pada Proses Seleksi, Kades Hoho dilaporkan Secara Resmi oleh 10 orang Warganya peserta penjaringan perangkat Desa

    Diduga Ada Kecurangan Pada Proses Seleksi, Kades Hoho dilaporkan Secara Resmi oleh 10 orang Warganya peserta penjaringan perangkat Desa

    • calendar_month Kam, 12 Mar 2026
    • account_circle Handy (Pimred)
    • visibility 168
    • 0Komentar

    BANJARNEGARA || PERWIRANEWS.COM – Proses penjaringan dan penyaringan perangkat desa di Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, kini tengah menjadi sorotan. Seorang warga bernama Irawan Bagus Bimantara dan 9 orang lainya resmi melayangkan laporan pengaduan ke Polres Banjarnegara pada Kamis (12/3/2026).terkait dugaan adanya manipulasi dan ketidakproseduralan dalam proses seleksi tersebut. ​Berdasarkan Surat Tanda Terima Laporan […]

  • Seni Budaya Kuda Lumping di Purbalingga : Warisan Leluhur yang Terus Bertahan

    Seni Budaya Kuda Lumping di Purbalingga : Warisan Leluhur yang Terus Bertahan

    • calendar_month Sen, 31 Mar 2025
    • account_circle Handy (Pimred)
    • visibility 347
    • 0Komentar

    PURBALINGGA || PERWIRANEWS.COM – Kuda Lumping merupakan salah satu seni budaya tradisional yang berkembang pesat di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Pertunjukan ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga memiliki nilai filosofis, spiritual, dan historis yang mendalam. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara rinci tentang sejarah, makna, perkembangan, serta […]

expand_less