Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pabrik Parfum Diduga Beroperasi Tanpa Izin BPOM di Tangerang Selatan

  • account_circle Handy (Pimred)
  • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
  • comment 0 komentar
lokasi pabrik juga disebut berdiri di kawasan pemukiman yang tidak diperuntukkan bagi industri kimia atau pengolahan bahan aromatik

lokasi pabrik juga disebut berdiri di kawasan pemukiman yang tidak diperuntukkan bagi industri kimia atau pengolahan bahan aromatik

PERWIRANEWS.COM, TANGERANG SELATAN – Sebuah pabrik parfum diduga milik PT Rajawangi di Jalan Raya Puspiptek, Setu, Tangerang Selatan, terpantau telah lama beroperasi tanpa izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Aktivitas tersebut melanggar ketentuan UU No. 36 Tahun 2009 dan UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang mewajibkan setiap produk parfum sebagai kategori kosmetik untuk memiliki nomor notifikasi sebelum dipasarkan. Informasi dugaan pelanggaran ini mencuat pada Minggu (23/11/2025).

Direktur perusahaan bernama Beatrice disebut bersandar pada saran konsultan yang menyatakan bahwa produksi parfum tidak memerlukan izin BPOM. Namun ahli hukum bisnis Universitas Pamulang, Ahmad Rachman, menegaskan bahwa produksi dan peredaran kosmetik tanpa izin merupakan pelanggaran administratif yang dapat berlanjut menjadi pidana jika produk beredar di pasaran.

Ancaman Sanksi Berdasarkan UU Kesehatan

Berdasarkan pasal 138 ayat (2) UU No. 17 Tahun 2023, pelaku usaha yang memproduksi atau mengedarkan kosmetik tanpa memenuhi standar keamanan dan mutu dapat dipidana hingga 12 tahun penjara atau didenda maksimal Rp5 miliar. Jika produk terbukti mengandung bahan berbahaya, ancamannya dapat meningkat. UU No. 36 Tahun 2009 sebelumnya juga menetapkan sanksi penjara sampai 15 tahun dan denda Rp1,5 miliar bagi yang mengedarkan kosmetik tanpa izin edar.

Ketentuan tersebut menegaskan kewajiban pelaku usaha kosmetik untuk mengikuti prosedur legal sebelum memproduksi dan menjual produk. Aturan ini bertujuan melindungi konsumen dari risiko penggunaan bahan berbahaya yang tidak melalui uji keamanan.

Pelanggaran Tata Ruang dan Keluhan Warga

Selain dugaan pelanggaran izin BPOM, lokasi pabrik juga disebut berdiri di kawasan pemukiman yang tidak diperuntukkan bagi industri kimia atau pengolahan bahan aromatik. Hal ini melanggar UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang sebagaimana diubah melalui UU No. 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, serta aturan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Tangerang Selatan.

Warga sekitar mengeluhkan aroma bahan kimia yang timbul dari aktivitas pabrik, terutama pada malam hari. Mereka menilai keberadaan industri tersebut meresahkan karena berdiri di lingkungan hunian.

“Aroma kimia menyengat, apalagi malam hari. Ini kawasan hunian, bukan industri!” ungkap Slamet (45), warga sekitar.

Risiko Hukuman atas Pelanggaran Tata Ruang

Pasal 69 jo. pasal 73 UU No. 26 Tahun 2007 menyebutkan bahwa penyalahgunaan ruang yang tidak sesuai RTRW dapat dikenai pidana penjara hingga 8 tahun dan denda Rp1 miliar. UU No. 6 Tahun 2023 (pasal 71) menambahkan sanksi penjara maksimal 3 tahun serta denda Rp1 miliar bagi pelaku yang mengubah fungsi ruang tanpa izin.

Apabila pabrik juga terbukti tidak memiliki izin lingkungan, pemilik dapat dikenai ancaman penjara 1-3 tahun dan denda hingga Rp3 miliar sesuai ketentuan UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Respons Pemerintah Daerah dan Tuntutan Warga

Lurah Setu, Adhi Mustofa S.HI, mengaku belum mengetahui secara detail terkait aktivitas pabrik tersebut dan menyebut belum menerima laporan dari RT maupun RW setempat. Padahal, menurut ketentuan tata ruang, pengendalian pemanfaatan ruang merupakan tanggung jawab pemerintah daerah.

Warga meminta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta BPOM segera melakukan pengecekan dan penindakan. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan pelanggaran izin usaha, izin lingkungan, maupun aturan tata ruang oleh PT Rajawangi.

Perkembangan penanganan kasus ini masih dinantikan, mengingat aturan hukum telah menetapkan batasan dan sanksi tegas bagi pelanggaran yang membahayakan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

  • Penulis: Handy (Pimred)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BLES Hadir untuk Masyarakat, Dukung Pembangunan Masjid dan Asrama Putra di Banjarnegara

    BLES Hadir untuk Masyarakat, Dukung Pembangunan Masjid dan Asrama Putra di Banjarnegara

    • calendar_month Sel, 6 Okt 2026
    • account_circle Handy (Pimred)
    • visibility 39
    • 0Komentar

    BANJARNEGARA || PERWIRANEWS.COM – PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES), produsen bata ringan dengan merek Blesscon, kembali dalam dukung kebutuhan sosial dan pembangunan fasilitas keagamaan serta pendidikan di tengah masyarakat. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaan memberikan bantuan berupa bata ringan Blesscon untuk pembangunan Masjid Nursalam dan Asrama Putra Istana Yatim At-Taslim Yasin Terpadu […]

  • menggembala bebek di alam terbuka membuat tingkat stres hewan menurun dan aktivitas geraknya meningkat

    Tradisi Menggembala Bebek di Sawah Terbukti Tingkatkan Produktivitas

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle Handy (Pimred)
    • visibility 203
    • 0Komentar

    PERWIRANEWS.COM, JAKARTA – Tradisi menggembala bebek di area persawahan terus dipertahankan para peternak karena dinilai efektif menjaga kesehatan ternak dan menghemat biaya produksi. Praktik ini dilakukan terutama setelah musim panen padi, ketika lahan sawah menyediakan pakan alami yang melimpah bagi bebek. Berdasarkan informasi para peternak, menggembala bebek di alam terbuka membuat tingkat stres hewan menurun […]

  • Paguru Sunaryo Bagikan 100 Eksemplar Novel Bangsa yang Menikahi Tanah di Purbalingga

    Paguru Sunaryo Bagikan 100 Eksemplar Novel Bangsa yang Menikahi Tanah di Purbalingga

    • calendar_month Ming, 11 Okt 2026
    • account_circle Handy (Pimred)
    • visibility 34
    • 0Komentar

    PURBALINGGA — Suasana hangat penuh antusiasme mewarnai malam diskusi sastra dalam acara “Sruput Kopi Ireng” yang diselenggarakan di Perpustakaan Umum Kabupaten Purbalingga pada Jumat (9/10/2026). Dalam pergelaran yang mengusung tema “Purbalingga sebagai Pusat Peradaban Jawa” tersebut, tokoh masyarakat Purbalingga, Paguru Sunaryo, memberikan kejutan dengan membagikan 100 eksemplar novel “Bangsa yang Menikahi Tanah” secara gratis kepada […]

  • Reuni Karang Banjar Banjir Karangan Bunga, Ultah Bos Bolang ke-34 Super Meriah

    Reuni Karang Banjar Banjir Karangan Bunga, Ultah Bos Bolang ke-34 Super Meriah

    • calendar_month Kam, 22 Okt 2026
    • account_circle Handy (Pimred)
    • visibility 39
    • 0Komentar

    PURBALINGGA || PERWIRANEWS.COM – Reuni Akbar Pemuda-Pemudi Karang Banjar lintas generasi dengan tema “Merajut Kebersamaan, Mempererat Persaudaraan” berlangsung sangat meriah. Acara yang digelar sore sampai malam hari ini 21 Oktober 2026 tidak hanya dihadiri ratusan pemuda, namun juga dibanjiri karangan bunga ucapan selamat ulang tahun untuk tokoh pemuda setempat. Seperti terlihat di lokasi, berjejer papan […]

  • Penumpang Stasiun Purwokerto Keberatan atas Kebijakan Zona Merah bagi Driver Online

    Penumpang Stasiun Purwokerto Keberatan atas Kebijakan Zona Merah bagi Driver Online

    • calendar_month Ming, 30 Mar 2025
    • account_circle Handy (Pimred)
    • visibility 783
    • 0Komentar

    PURBALINGGA || PERWIRANEWS.COM – Pemberlakuan zona merah di Stasiun Purwokerto melarang Driver Online (Grab, Gojek, Maxim, dsb.) untuk menjemput penumpang di dalam lingkungan Stasiun Purwokerto. Kebijakan ini menimbulkan keberatan dari konsumen (penumpang) karena membatasi pilihan transportasi mereka. Konsumen menginginkan fleksibilitas dalam memilih moda transportasi berbasis aplikasi (online) tanpa harus mencari lokasi penjemputan di luar kawasan […]

  • HAK MEREK KELAS 41 MASIH BERLAKU, PUSAT SHT SIAP TEMPUH JALUR HUKUM DAN ORGANISASI

    HAK MEREK KELAS 41 MASIH BERLAKU, PUSAT SHT SIAP TEMPUH JALUR HUKUM DAN ORGANISASI

    • calendar_month Rab, 9 Sep 2026
    • account_circle Handy (Pimred)
    • visibility 182
    • 0Komentar

    MADIUN || PERWIRANEWS.COM — Pengurus Pusat Setia Hati Terate menegaskan bahwa hak atas merek “SETIA HATI TERATE” Kelas 41 atas nama H. Issoebijantoro, SH telah lebih dahulu terdaftar dan berdasarkan dokumen yang dimiliki masih memperoleh perlindungan sampai 23 Maret 2036. Merek tersebut tercatat dengan Nomor Pendaftaran IDM000142233. Dengan demikian, ketika muncul permohonan merek baru pada […]

expand_less Back to top