TRAGIS : SEORANG PEGAWAI HONORER DITEMUKAN MENINGGAL GANTUNG DIRI DI KANTOR KELURAHAN
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 9 Apr 2025
- comment 0 komentar

PURWOKERTO || PERWIRANEWS.COM — Sebuah peristiwa tragis mengguncang warga Kelurahan Grendeng, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas. Seorang pria muda berinisial AR(25), pegawai honorer di kantor Kelurahan Grendeng, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di ruang mushola kantor kelurahan, pada Selasa malam sekitar pukul 19.30 WIB. (8/4/2025)
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Hd (26), istri korban. Menurut kesaksian Hd, korban yang pada pagi hari berpamitan untuk bekerja seperti biasa, tidak kunjung pulang hingga malam hari. Merasa cemas, Hd memutuskan untuk mencari suaminya ke kantor kelurahan. Betapa terkejutnya ia saat mendapati AR sudah dalam kondisi tidak bernyawa, tergantung dengan posisi berdiri di dalam mushola kantor.
Sontak, HD langsung menghubungi ayah korban, GS (59), yang juga merupakan staf di kelurahan tersebut. Gs lalu meminta bantuan seorang warga setempat, RP (42), dan bersama-sama mereka menuju ke lokasi untuk memastikan kondisi korban. Setelah melihat kondisi korban secara langsung, keluarga segera melaporkan kejadian ini kepada pihak Polsek Purwokerto Utara sekitar pukul 19.45 WIB.
Tak berselang lama, tim gabungan dari Polsek Purwokerto Utara, Puskesmas Purwokerto Utara, Koramil 01/Purwokerto Utara, dan Tim Inafis Polresta Banyumas tiba di lokasi untuk melakukan penanganan awal. Proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dilakukan dengan cepat dan cermat. Petugas mengamankan lokasi, mencatat identitas korban dan para saksi, serta menghubungi tenaga medis untuk melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah.
Hasil pemeriksaan sementara oleh tim medis dan Tim Inafis yang didampingi oleh penyidik dan keluarga korban menyatakan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Oleh karena itu, kejadian ini dinyatakan sebagai murni tindakan bunuh diri.
Diketahui bahwa pada hari itu, korban bekerja seperti biasa. Ayah korban sempat bersama AR hingga pukul 16.30 WIB sebelum pulang karena urusan pribadi. Sejak saat itu hingga ditemukan meninggal, AR tidak diketahui keberadaannya oleh keluarga.
Dalam suasana duka yang mendalam, pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka menolak dilakukan otopsi lanjutan dan menyatakan ikhlas atas kepergian AR. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.
Kapolsek Purwokerto Utara menyampaikan bahwa seluruh proses penanganan kejadian berlangsung dengan aman, lancar, dan sesuai prosedur. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi mental dan psikologis orang-orang di sekitar, terutama anak muda yang mungkin mengalami tekanan hidup namun tidak mampu mengungkapkannya secara terbuka.
Kejadian ini menjadi pengingat pahit bagi kita semua tentang pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental. Diharapkan masyarakat lebih terbuka dan memiliki ruang aman untuk saling berbagi dan mencari bantuan ketika menghadapi kesulitan.
Pewarta : Bambang Irawan
- Penulis: admin































Saat ini belum ada komentar