Breaking News
light_mode
Trending Tags

Skandal Korupsi BBM, Pertamax Dicampur Pertalite RON 92, Merugikan Negara dan Konsumen

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 30 Mar 2025
  • visibility 312
  • comment 0 komentar

JAKARTA || PERWIRANEWS.COM – Skandal korupsi bahan bakar minyak (BBM) kembali mencuat setelah terungkap praktik penyalahgunaan Pertamax dengan mencampurnya menggunakan Pertalite RON 92. Praktik ilegal ini diduga dilakukan oleh oknum di dalam rantai distribusi BBM yang ingin meraup keuntungan besar dengan menurunkan kualitas bahan bakar yang dijual kepada masyarakat. (26/2/2025)

 

Menurut sumber yang terlibat dalam penyelidikan, modus operandi yang dilakukan adalah dengan mencampurkan Pertalite RON 92 ke dalam Pertamax sebelum dijual di SPBU. Tindakan ini tidak hanya merugikan konsumen yang telah membayar harga lebih tinggi untuk kualitas Pertamax, tetapi juga berdampak pada performa kendaraan serta berpotensi menyebabkan kerugian besar bagi negara.

 

Berdasarkan laporan awal dari tim penyidik, pelaku menggunakan fasilitas depot penyimpanan BBM sebagai tempat pencampuran ilegal. Pertalite RON 92, yang memiliki harga lebih murah, dicampurkan dalam rasio tertentu sehingga menyerupai Pertamax. Setelah itu, BBM campuran ini didistribusikan ke sejumlah SPBU sebagai Pertamax dengan harga jual lebih tinggi.

 

Praktik ini dinilai sebagai bentuk korupsi yang dapat merugikan negara hingga miliaran rupiah. Selain itu, kualitas bahan bakar yang lebih rendah juga berpotensi merusak mesin kendaraan dan meningkatkan emisi gas buang, yang bertentangan dengan upaya pemerintah dalam pengurangan polusi.

 

Kejahatan ini terungkap setelah adanya laporan dari masyarakat yang merasakan performa kendaraan mereka menurun meskipun telah menggunakan Pertamax. Laporan tersebut memicu investigasi lebih lanjut oleh aparat berwenang, yang akhirnya menemukan bukti adanya pencampuran ilegal di beberapa titik distribusi BBM.

 

Pihak kepolisian bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini telah mengamankan sejumlah tersangka yang diduga terlibat dalam praktik ini. Mereka berasal dari berbagai pihak, termasuk oknum pengelola depot BBM dan pihak yang bertanggung jawab atas distribusi bahan bakar.

 

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada dalam membeli BBM, terutama dalam memastikan kualitas bahan bakar yang digunakan sesuai dengan standar yang dijanjikan. Pemerintah juga diharapkan segera memperketat pengawasan terhadap rantai distribusi BBM agar kejadian serupa tidak terulang.

 

Sementara itu, pihak Pertamina berjanji akan memperketat kontrol kualitas di setiap titik distribusi dan mempercepat investigasi internal untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam skandal ini.

 

Kasus ini menambah daftar panjang skandal korupsi di sektor energi yang terus menjadi perhatian publik. Masyarakat berharap agar para pelaku dihukum setimpal dan sistem distribusi BBM di Indonesia dapat lebih transparan serta bebas dari praktik kecurangan.

 

Pewarta : Handy Arif Oktavianto, SH.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less