Warga Bukateja Pasang CCTV di Perempatan Guna Tangkal Aksi Pencurian
- account_circle admin
- calendar_month Ming, 1 Mar 2026
- visibility 124
- comment 0 komentar

pemuda di lingkungan RT 2 RW 3, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, berinisiatif memasang kamera pengawas (CCTV) di setiap sudut perempatan

pemuda di lingkungan RT 2 RW 3, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, berinisiatif memasang kamera pengawas (CCTV) di setiap sudut perempatan
PERWIRANEWS.COM, PURBALINGGA – Sejumlah pemuda di lingkungan RT 2 RW 3, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, berinisiatif memasang kamera pengawas (CCTV) di setiap sudut perempatan guna menangkal aksi pencurian yang meresahkan warga. Langkah modernisasi keamanan ini dilakukan secara mandiri menggunakan anggaran kas RT berdasarkan hasil musyawarah bersama seluruh warga setempat, Minggu (01/03/2026).
Inisiatif pengadaan teknologi keamanan ini digerakkan oleh dua pemuda setempat, Fariz (29) dan Saeful (25). Mereka menilai sistem keamanan lingkungan harus mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar lebih efektif, mengingat intensitas kegiatan ronda malam konvensional yang kian menurun akibat kesibukan warga.
Salah satu penggagas, Arif, menjelaskan bahwa efektivitas ronda saat ini sudah tidak sekuat dahulu. Menurutnya, dibutuhkan solusi praktis yang dapat menjangkau seluruh area pemukiman tanpa harus bergantung sepenuhnya pada kehadiran fisik warga di pos ronda setiap malamnya.
“Ronda sekarang memang tidak seefektif dulu. Banyak warga sibuk bekerja, jadi yang datang hanya beberapa orang saja. Kami berpikir harus ada solusi yang lebih praktis dan bisa menjangkau semua warga,” ujar Arif saat menjelaskan latar belakang program tersebut.
Pemanfaatan Teknologi Berbasis Smartphone
Saat ini, sebanyak empat unit CCTV telah terpasang di titik-titik strategis perempatan lingkungan RT 2 RW 3 Bukateja. Setiap unit perangkat pengawas tersebut dibeli dengan harga sekitar Rp200 ribu per unit. Dana pengadaan sepenuhnya diambil dari kas RT yang dikelola secara transparan untuk kepentingan keamanan bersama.
Saeful menjelaskan bahwa sistem CCTV yang dipasang telah terhubung dengan jaringan internet, sehingga dapat diakses langsung melalui perangkat smartphone milik warga. Fitur ini memungkinkan pemantauan kondisi lingkungan secara real-time dari mana saja, memberikan rasa aman tambahan bagi masyarakat yang sedang berada di luar rumah.
“Sekarang cukup lewat HP. Kalau ada gerak-gerik mencurigakan, bisa langsung terlihat dan segera ditindaklanjuti. Ini jauh lebih cepat dan efisien,” kata Saeful menjelaskan kemudahan operasional sistem tersebut.
Dampak Positif dan Harapan Warga
Langkah ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Budi Yuwono (38), salah seorang warga, mengaku merasa jauh lebih tenang setelah adanya kamera pengawas. Ia mengungkapkan bahwa sebelum pemasangan CCTV, wilayahnya kerap menjadi sasaran aksi pencurian barang berharga yang merugikan warga.
“Dulu sering ada maling berkeliaran dan mencuri barang-barang berharga milik warga. Sekarang jauh lebih tenang. Paling tidak, pelaku akan berpikir dua kali karena tahu ada CCTV,” ungkap Budi Yuwono saat memberikan testimoni mengenai kondisi keamanan terkini.
Warga menilai penggunaan teknologi pengawasan menjadi jawaban tepat atas tantangan keamanan di era digital. Selain praktis, sistem ini membuka ruang partisipasi kolektif tanpa membebani warga secara fisik. Keberhasilan inisiatif di RT 2 RW 3 Bukateja ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Purbalingga dalam memperkuat sistem keamanan berbasis komunitas.
Dengan terpasangnya empat unit CCTV di titik-titik rawan tersebut, warga optimistis angka kriminalitas di lingkungan mereka dapat ditekan secara signifikan. Masyarakat juga berharap agar aparatur desa dan aparat kepolisian setempat dapat terus memberikan dukungan serta proaktif dalam membina sistem keamanan mandiri seperti yang telah dimulai oleh para pemuda Bukateja ini.
- Penulis: admin






















Saat ini belum ada komentar