Pemuda Cikelapa Meninggal akibat Overdosis Zolam di Cilacap
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 26 Nov 2025
- visibility 157
- comment 0 komentar

PERWIRANEWS.COM, CILACAP – Seorang pemuda berinisial BD (28) dari Desa Cikelapa, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap, meninggal dunia setelah diduga mengalami overdosis obat terlarang jenis Zolam pada Selasa (24/11/2025). Korban diketahui menelan enam butir obat yang dibeli dari kawasan Jembatan Dua Pasar Rebuan – Sidareja sebelum akhirnya mengalami kondisi kritis dan tidak dapat diselamatkan.
Keterangan keluarga menyebutkan bahwa korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Aqisna untuk mendapatkan pertolongan. Namun, pihak rumah sakit tidak dapat menangani korban karena kondisinya sudah terlalu parah akibat dugaan konsumsi obat terlarang dengan dosis berlebih.
Kronologi Kejadian
Menurut keluarga, BD mengonsumsi obat jenis Zolam dalam jumlah yang cukup besar, yaitu enam butir sekaligus. Setelah itu, korban mengalami gejala kritis sehingga keluarga memutuskan membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan darurat.
Setibanya di Rumah Sakit Aqisna, upaya medis dilaporkan tidak dapat dilakukan secara optimal. Korban kemudian dibawa pulang kembali karena pihak rumah sakit menyatakan tidak sanggup menangani kasus tersebut. Sesampainya di rumah, kondisi BD semakin memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
“Anak saya sempat kami bawa ke rumah sakit, tapi tidak sanggup ditangani karena sudah terlanjur mengonsumsi obat terlarang itu,” ujar orang tua korban saat ditemui, Selasa (24/11/2025).
Desakan Keluarga untuk Berantas Peredaran Obat Terlarang
Kematian BD menyisakan duka mendalam bagi pihak keluarga. Mereka menyampaikan seruan tegas kepada aparat penegak hukum di Kabupaten Cilacap agar segera menindak para pengedar obat-obatan terlarang yang dinilai semakin meresahkan masyarakat, khususnya di wilayah Sidareja dan sekitarnya.
“Kami masyarakat mohon, berantas pengedar obat-obat terlarang di wilayah Kabupaten Cilacap. Jangan sampai ada korban berikutnya, apalagi ini menyangkut anak-anak, tunas bangsa,” ungkap orang tua korban dengan nada pilu.
Lingkungan Sidareja selama ini disebut sebagai salah satu wilayah yang rawan terhadap peredaran obat terlarang. Warga berharap tragedi ini dapat menjadi momentum bagi pihak kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menggiatkan operasi penertiban.
Tindak Lanjut dan Respons Masyarakat
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penelusuran sumber obat yang dikonsumsi korban. Warga berharap aparat segera melakukan investigasi menyeluruh demi mencegah insiden serupa terulang.
Peredaran obat golongan terlarang seperti Zolam yang dijual tanpa resep menjadi masalah yang kian mengkhawatirkan. Masyarakat berharap pemerintah daerah dan aparat hukum dapat memperketat pengawasan untuk melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan obat-obatan.
—
- Penulis: admin


























Saat ini belum ada komentar