Breaking News
light_mode
Trending Tags

72 KPM di Brebes Diduga Alami Pemotongan Bantuan Kesra

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 26 Des 2025
  • visibility 165
  • comment 0 komentar
Bantuan senilai Rp900.000 yang diterima 72 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diduga dipotong secara sistematis oleh oknum

Bantuan senilai Rp900.000 yang diterima 72 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diduga dipotong secara sistematis oleh oknum

PERWIRANEWS.COM, BREBES – Dugaan penyimpangan penyaluran Bantuan Kesejahteraan Sosial (Kesra) mencuat di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Bantuan senilai Rp900.000 yang diterima 72 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diduga dipotong secara sistematis oleh oknum Ketua RT dengan dalih sumbangan pembangunan Madrasah Diniyah (Madin), Rabu (25/12/2025).

Informasi tersebut terungkap dari keterangan sejumlah warga penerima bantuan. Salah satunya berinisial WL, yang mengaku didatangi langsung oleh istri Ketua RT saat menerima undangan pencairan bantuan. Dalam pertemuan itu, WL disebut diberi syarat untuk menyerahkan sebagian dana bantuan.

“Saya dibilang dapat bantuan Rp900.000, tapi harus dipotong Rp400.000 untuk pembangunan madin. Kalau tidak mau, bulan berikutnya tidak akan dapat bantuan lagi dan digantikan orang lain,” ungkap WL.

WL menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk tekanan karena haknya sebagai penerima bantuan negara dikaitkan dengan kewajiban memberikan sejumlah uang. Ia mengaku tidak pernah diajak bermusyawarah, tidak menandatangani persetujuan, serta tidak diberi pilihan untuk menolak pemotongan tersebut.

Dugaan Terjadi di Seluruh RT

Berdasarkan data yang dihimpun, dalam satu wilayah kepala dusun terdapat sembilan RT dengan jumlah penerima bantuan yang bervariasi. Total penerima Kesra di desa tersebut mencapai 72 KPM. Dugaan pemotongan disebut terjadi di seluruh RT, meski tanpa mekanisme resmi dan tanpa transparansi kepada para penerima bantuan.

Warga menyebut pemotongan dilakukan secara seragam dengan nominal yang ditentukan sepihak. Dana tersebut disebut dikumpulkan dengan alasan pembangunan fasilitas keagamaan, namun tidak disertai laporan tertulis maupun pertanggungjawaban terbuka kepada masyarakat.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga karena bantuan sosial yang seharusnya diterima utuh justru berkurang signifikan. Bantuan tersebut sejatinya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga penerima di tengah tekanan ekonomi.

Sorotan Pengawasan Bantuan Sosial

Praktik dugaan pemotongan ini dinilai menjadi alarm lemahnya pengawasan penyaluran bantuan sosial di tingkat akar rumput. Jika terbukti benar, bantuan negara yang ditujukan untuk melindungi masyarakat miskin justru berpotensi berubah menjadi alat tekanan oleh oknum aparat lingkungan.

Secara ketentuan, penyaluran bantuan sosial mewajibkan bantuan diterima utuh oleh KPM tanpa potongan apa pun. Setiap bentuk pemaksaan atau pengurangan dana dinilai bertentangan dengan prinsip perlindungan sosial yang ditetapkan pemerintah.

Dari sisi hukum, praktik tersebut berpotensi melanggar Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, apabila terdapat unsur pemaksaan dengan memanfaatkan jabatan atau kedudukan. Dugaan ini juga mengarah pada unsur pemerasan dan penyalahgunaan wewenang karena adanya ancaman pencoretan sebagai penerima bantuan.

Desakan Audit dan Klarifikasi

Sejumlah pihak mendesak Kementerian Sosial, inspektorat, serta aparat penegak hukum untuk segera melakukan audit dan penelusuran menyeluruh. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kebenaran dugaan sekaligus mencegah praktik serupa terjadi di daerah lain.

Audit juga diharapkan dapat memastikan seluruh bantuan sosial disalurkan sesuai aturan dan tepat sasaran, serta memberi kepastian hukum bagi warga penerima bantuan.

Hingga berita ini diterbitkan, Ketua RT, Kepala Dusun, maupun Pemerintah Desa Pandansari belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang Pers.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LSM Harimau Tunda Aksi Solidaritas 5 Mei 2025 di Purbalingga, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM Harimau Sayangkan Tindakan Terburu-buru Polres Purbalingga

    LSM Harimau Tunda Aksi Solidaritas 5 Mei 2025 di Purbalingga, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM Harimau Sayangkan Tindakan Terburu-buru Polres Purbalingga

    • calendar_month Ming, 4 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 597
    • 0Komentar

    PURBALINGGA || PERWIRANEWS.COM – Lembaga Swadaya Masyarakat Harapan Rakyat Indonesia Maju (LSM HARIMAU) mengumumkan secara resmi penundaan Aksi Solidaritas yang semula dijadwalkan akan dilaksanakan pada hari Senin, 5 Mei 2025. Penundaan ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum sekaligus Pendiri LSM HARIMAU, Tonny Syarifudin Hidayat, SH dalam konferensi pers di Markas Komando DPP LSM Harimau, Minggu […]

  • BRI Gelar Program Mudik Gratis 2025 : “Mudik Aman Sampai Tujuan”

    BRI Gelar Program Mudik Gratis 2025 : “Mudik Aman Sampai Tujuan”

    • calendar_month Sen, 31 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 445
    • 0Komentar

    JAKARTA || PERWIRANEWS.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. kembali menghadirkan program Mudik Bersama BRI 2025, yang merupakan bagian dari inisiatif Mudik Bersama BUMN 2025. Program ini bertujuan untuk menyediakan fasilitas mudik gratis bagi masyarakat, khususnya nasabah BRI, guna mendukung perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H. (5/3/2025) […]

  • H. Maksum juga disebut kerap meninggalkan tugas kedinasan untuk menemui seorang perempuan di Desa Gara Tengah

    Dugaan Pelanggaran Etik Kepala SDN di Cirebon Disorot

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 151
    • 0Komentar

    PERWIRANEWS.COM, CIREBON – Dunia pendidikan di Kabupaten Cirebon diwarnai isu dugaan pelanggaran etika yang menyeret Kepala SDN 2 Dompyong Wetan, H. Maksum. Dugaan perselingkuhan yang disebut terjadi saat hari kerja, bahkan pada bulan Ramadan, memicu reaksi masyarakat dan menjadi perhatian publik, Rabu (26/2/2026). Informasi yang beredar menyebutkan, dugaan hubungan tersebut dilakukan pada jam dinas. Selain […]

  • Wisata Owabong : Destinasi Wisata Air Paling Seru di Purbalingga

    Wisata Owabong : Destinasi Wisata Air Paling Seru di Purbalingga

    • calendar_month Sen, 31 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 757
    • 0Komentar

    PURBALINGGA || PERWIRANEWS.COM – Owabong adalah salah satu destinasi wisata air terbesar dan paling populer di Purbalingga, Jawa Tengah. Nama Owabong sendiri merupakan singkatan dari “Objek Wisata Air Bojongsari.” Dengan berbagai wahana seru, kolam renang berstandar internasional, serta fasilitas yang lengkap, Owabong menjadi pilihan utama bagi wisatawan lokal maupun luar daerah yang ingin menikmati liburan […]

  • evakuasi dan bansos dari polres purbalingga kepada korban bencana tanah gerak di desa maribaya

    Polres Purbalingga Bantu Evakuasi dan Layanan Kesehatan di Maribaya

    • calendar_month Ming, 16 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 300
    • 0Komentar

    PERWIRANEWS.COM, PURBALINGGA – Puluhan personel Polres Purbalingga kembali diterjunkan untuk membantu penanganan bencana tanah bergerak di Desa Maribaya, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, Minggu (16/11/2025). Petugas melakukan pembersihan rumah roboh, evakuasi barang warga, penyaluran bantuan sosial hingga layanan kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak. Berdasarkan informasi Polres Purbalingga, personel dikerahkan sejak pagi untuk mempercepat penanganan dampak bencana. […]

  • Kasus ini bermula dari percakapan yang diduga dilakukan oknum A kepada seorang perempuan muda

    Viral Dugaan Pelecehan Verbal Oknum Ustad di Ciampea, Picu Konflik Internal

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 135
    • 0Komentar

    PERWIRANEWS.COM, BOGOR – Dugaan perseteruan antara dua oknum ustad di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, menjadi perhatian publik setelah rekaman layar percakapan pribadi tersebar di media sosial. Kasus yang melibatkan dua pria berinisial A dan M ini diduga bermula dari tindakan pelecehan verbal terhadap seorang perempuan muda, sebelum kemudian berkembang menjadi konflik perebutan perhatian korban. Berdasarkan […]

expand_less