Tim Trauma Healing Pulihkan Psikologi Anak di Pengungsian Cilacap-Banjarnegara
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 22 Nov 2025
- comment 0 komentar

PERWIRANEWS.COM, BANJARNEGARA – Suasana ceria mulai terlihat di sejumlah lokasi pengungsian warga terdampak tanah longsor di Cilacap dan Banjarnegara, Jumat (21/11/2025). Anak-anak kembali tersenyum berkat kegiatan pendampingan psikologis yang dilakukan Tim Trauma Healing Polda Jateng bersama konselor Polresta Cilacap, Polres Banjarnegara, dan Polres Pekalongan Kota. Upaya ini dilakukan untuk memulihkan kondisi emosional para penyintas, khususnya kelompok rentan.
Kegiatan trauma healing berlangsung sejak pagi di berbagai titik pengungsian wilayah Pandanarum, Banjarnegara. Personel menyebar untuk melakukan observasi, pemetaan perilaku penyintas, sesi berbagi, hingga pendampingan psikologis kepada warga yang terdampak bencana.
Beberapa lokasi yang menjadi pusat kegiatan antara lain GOR Balai Desa Beji, Gedung PKU Muhammadiyah, dan PLKB Pandanarum. Di tempat-tempat tersebut, para petugas tampak membaur dengan anak-anak, membangun interaksi hangat, dan menciptakan suasana aman bagi mereka.
Kegiatan Pendampingan Psikologis
Interaksi dimulai dengan percakapan ringan, permainan sederhana, menggambar, hingga gerakan lucu yang mampu mengundang tawa anak-anak. Anak-anak yang sebelumnya murung dan pendiam perlahan kembali menunjukkan ekspresi ceria setelah mengikuti sejumlah aktivitas yang dikemas secara menyenangkan.
Di Kabupaten Cilacap, kegiatan serupa juga dilakukan di MTs Pesantren Pembangunan Desa Cibeunying dan RSUD Majenang. Konselor dari Polresta Cilacap mengajak anak-anak melakukan permainan kelompok, aktivitas kreatif, serta gerakan motorik yang membantu meredakan ketegangan akibat peristiwa bencana.
Kabag Psikologi Biro SDM Polda Jateng, AKBP Ahli Rumekso, selaku Ketua Tim Trauma Healing, menegaskan bahwa anak-anak adalah kelompok yang paling rentan terhadap dampak psikologis bencana. Karena itu, pemulihan mental mereka menjadi fokus utama.
“Melalui pendekatan bermain dan komunikasi positif, kami berupaya menumbuhkan rasa aman dan memulihkan kembali keceriaan mereka,” ujar AKBP Ahli Rumekso.
Respons dan Dukungan Kepolisian
Kegiatan trauma healing mendapat apresiasi dari Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto. Ia menyampaikan bahwa pendampingan psikologis merupakan bagian penting dari upaya pemulihan pascabencana, tidak hanya menyasar aspek fisik tetapi juga emosional para penyintas.
Menurutnya, kehadiran petugas di lapangan menjadi bentuk nyata komitmen Polri dalam membantu masyarakat bangkit dari kondisi sulit. Pendampingan menyeluruh diharapkan mampu mengembalikan rasa aman sekaligus memupuk ketahanan mental warga, terutama anak-anak.
“Kami ingin memastikan pemulihan pascabencana berlangsung seutuhnya. Polri akan terus bersinergi dengan seluruh elemen terkait, memberikan pendampingan, serta menghadirkan pelayanan yang humanis agar masyarakat kembali merasa aman dan percaya diri untuk melanjutkan kehidupan,” tandas Kombes Pol Artanto.
Hingga kegiatan selesai, petugas terus berkomitmen melanjutkan pendampingan di titik-titik pengungsian lainnya sebagai bagian dari tindak lanjut pemulihan psikologis bagi para korban terdampak bencana.
- Penulis: admin































Saat ini belum ada komentar