Polemik Pertamax Palsu, Kepercayaan Masyarakat Menurun : SPBU di Purbalingga Dipadati Pembeli Pertalite
- account_circle admin
- calendar_month Ming, 30 Mar 2025
- visibility 252
- comment 0 komentar

PURBALINGGA || PERWIRANEWS.COM – Kepercayaan masyarakat terhadap bahan bakar jenis Pertamax mengalami penurunan drastis setelah adanya kasus pemalsuan Pertamax yang mencuat ke publik. Dampak dari polemik ini terasa di berbagai daerah, termasuk di Purbalingga, Jawa Tengah, di mana masyarakat lebih memilih mengantre panjang di SPBU untuk mendapatkan Pertalite dibandingkan harus membeli Pertamax.
Pantauan di beberapa SPBU Purbalingga menunjukkan antrean kendaraan yang mengular di jalur pengisian Pertalite, sementara jalur pengisian Pertamax justru tampak lengang. Sejumlah pengendara mengaku khawatir dengan kualitas Pertamax yang beredar, sehingga lebih memilih Pertalite meskipun harus menunggu lama.
“Sekarang sudah banyak berita tentang Pertamax palsu, jadi saya takut pakai Pertamax. Mending antre lama untuk Pertalite, yang penting lebih aman,” ujar Slamet (47), seorang pengendara motor yang sedang mengantre di salah satu SPBU di Purbalingga.

Kasus pemalsuan Pertamax sendiri telah meresahkan masyarakat sejak beberapa waktu lalu, setelah ditemukan praktik oplosan yang diduga melibatkan oknum tidak bertanggung jawab. Hal ini membuat banyak konsumen merasa was-was, mengingat dampak buruknya bagi kendaraan mereka.
Pengelola SPBU di Purbalingga pun mengakui adanya perubahan pola konsumsi BBM akibat polemik ini. “Biasanya stok Pertamax kami cepat habis, tapi sekarang justru Pertalite yang lebih banyak dicari. Antrean Pertalite terus memanjang setiap hari,” ungkap seorang petugas SPBU di wilayah Purbalingga.
Menanggapi situasi ini, pihak Pertamina telah berjanji untuk memperketat pengawasan dan menjamin kualitas bahan bakar di seluruh SPBU resmi. Meski demikian, masyarakat masih menunggu langkah konkret agar kasus serupa tidak terulang dan kepercayaan terhadap Pertamax bisa kembali pulih.
Sementara itu, antrean panjang di SPBU akibat peralihan ke Pertalite diprediksi akan terus terjadi hingga ada kepastian terkait keamanan dan kualitas Pertamax di pasaran.
Pewarta : Handy Arif Oktavianto, SH.
- Penulis: admin











Saat ini belum ada komentar