Guru SMPN 1 Bumiayu Minta Maaf, Polemik Plt Kepala Sekolah Berakhir
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 3 Des 2025
- visibility 79
- comment 0 komentar

Polemik internal di SMP Negeri 1 Bumiayu

Polemik internal di SMP Negeri 1 Bumiayu
PERWIRANEWS.COM, BREBES – Polemik internal di SMP Negeri 1 Bumiayu akhirnya mereda setelah empat guru yang sebelumnya menolak pengangkatan Ina Purnamasari sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Video permintaan maaf yang beredar luas melalui WhatsApp itu menjadi titik akhir ketegangan yang sempat memicu perhatian publik sejak akhir November 2025.
Dalam video tersebut, Adi Waluyo bersama tiga guru lainnya menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, Kepala Dindikpora Brebes, Pemerintah Kabupaten Brebes, serta kepada Ina Purnamasari. Mereka juga menyatakan menerima kembali Ina untuk memimpin SMPN 1 Bumiayu setelah sempat menolak kehadirannya.
Kepala Dindikpora Brebes, Sutaryono, membenarkan adanya proses islah antara kedua pihak. Ia menyebut polemik yang terjadi merupakan dinamika internal sekolah yang dapat diselesaikan melalui komunikasi dan mediasi.
“Benar, telah islah. Kami anggap itu dinamika,” ujar Sutaryono saat dikonfirmasi.
Pernyataan Plt Kepala Sekolah
Sementara itu, Ina Purnamasari memastikan dirinya telah kembali aktif menjalankan tugas sebagai Plt Kepala Sekolah sejak 1 Desember 2025. Ia menanggapi polemik yang sebelumnya mencuat dengan penuh kehati-hatian dan memilih menyikapinya secara bijak.
“Saya memaafkan mereka dengan tulus,” ungkap Ina, menyebut bahwa kegaduhan sebelumnya ia maknai sebagai bentuk kenakalan anak-anak yang membutuhkan perhatian.
Kembalinya Ina ke lingkungan sekolah menjadi langkah penting dalam memulihkan suasana belajar mengajar yang sempat terganggu akibat aksi penolakan dari sejumlah pihak di internal sekolah.
Latar Belakang Ketegangan
SMPN 1 Bumiayu sebelumnya diwarnai protes dari murid, guru, hingga wali murid terkait pengangkatan Ina sebagai Plt Kepala Sekolah. Aksi tersebut memuncak ketika empat guru yang diduga menjadi penggerak aksi siswa diusulkan untuk dimutasi oleh komite sekolah.
Situasi mereda setelah Kepala Dinas Pendidikan yang baru turun tangan melakukan mediasi. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan damai, termasuk permintaan maaf terbuka yang kini telah beredar dan mendapat respons positif dari masyarakat.
Dengan islah yang telah tercapai, kegiatan belajar mengajar di SMPN 1 Bumiayu kini kembali berjalan normal. Pihak sekolah berharap dinamika yang terjadi dapat menjadi pembelajaran untuk memperkuat komunikasi dan menjaga kondusivitas lingkungan pendidikan.
- Penulis: admin











Saat ini belum ada komentar